Waktu membaca bukunya Larry King “How to talk to anyone, anytime, anywhere by Larry King”, ada pertanyaan menarik yang ditulis oleh Larry King yang fungsinya adalah untuk membuat suasana diskusi menjadi lebih “hidup”, Saya mau berbagi pertanyaan itu dan tentunya persepsi kita terhadap suatu permasalahan pastilah berbeda-beda… apa yang akan anda lakukan ketika anda berada pada kondisi seperti ini, dan mengapa anda harus melakukannya? dua pertanyaan yang saya tulis di bawah ini adalah pertanyaan yang diajukan dalam acara kumpul-kumpul organisasi yang bernama Mensa ( yang beranggotakan para intelektual besar dunia-dua persen pria dan wanita dengan intelegensia tertinggi ) berikut pertanyaan tersebut :
-
Ada empat pria dalam sebuah tambang ketika tambang itu runtuh. Mereka berusaha keluar melalui satu-satunya lubang ke permukaan. Mereka memanjat satu demi satu, tetapi orang yang berada di paling atas gendut sekali. Baru separo jalan di lubang itu, ia terjepit. Ketiga orang di bawahnya mulai kehabisan udara. Haruskah mereka menembak dan menyingkirkan orang itu? Atau haruskah mereka membiarkan orang itu meronta-ronta, meski tahu mereka bisa mati di bawahnya? Siapa yang harus hidup-orang itu atau mereka?
-
Haruskah orang yang diberi anugerah menjadi tidak kasat mata tetap harus mematuhi kaidah moral konvensional? Apakah orang yang bisa menghilang dan tak bisa dilihat orang lain itu harus mematuhi kaidah moral yang berlaku di antara orang-orang biasa?
Nah, bagaimana jawaban temen-temen jika di beri pertanyaan seperti di atas? dan mengapa temen-temen melakukannya?































.png)



November 3, 2008 at 2:07 pm
pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, mas parvian, hehehe …. saya hanya sekadar menebak-nebak saja utk menjawab pertanyaan kedua. kaidah2 moral itu sebenarnya berlaku universal, untuk siapa saja sepanjang dia hidup pada komunitas yang menganut moral tertentu. lagian, masih adakah orang yang tidak kasat mata dan tak terlihat oleh orang lain ketika kemajuan teknologi sudah demikian jauh melesat melintasi sejarah peradaban umat manusia? *eh kok malah ganti naya, haks. *
November 3, 2008 at 3:02 pm
perlu pemahaman lebih lanjut yang mendalam
untuk itu kami mempunyai info yang menarik
please visit our website
airputih project is an open source project to share and learn together
airputih project is a sophisticated tools for blogger
Be fresh | Be original
thanks
[ Developer Team ]
-airputih project-
November 3, 2008 at 5:44 pm
ndak ikut njawab dulu deh
nyari ebook gratisannya dulu
November 4, 2008 at 2:19 am
bingung bro… marai gak pernah ngalami hal seperti itu.. simalakama tenin kui…
November 4, 2008 at 7:24 am
Hmmm… gw pikir dolo yak!!! Tinggi bnget nih prtnyaanx… Klo mnrt bro sndiri gmna?
November 4, 2008 at 7:27 am
Iyo ni … bingung !!
Semua masih mungkin juga .. !!
November 4, 2008 at 7:50 am
mestinya tiga yang di bawah bergotongroyong
membantu mendorong si gendut
agar bs lolos dari lubang itu
November 4, 2008 at 9:28 am
Kalau saya yang pertama: Apakah dengan menembak si gendut, si gendut bisa dikeluarkan atau diturunkan dari lubang? Kalau tidak tentu sia-sia. Kecuali kalau si gendut ditembak terus meletus badannya kayak balon….
Yang jelas memang harus ditolong si gendut itu semaksimal mungkin, kalau tidak bisa ya…. apa boleh buat bolehlah si gendut di tembak. Satu orang tewas lebih baik daripada tiga orang yang tewas! **halaah**
Yang kedua, masalahnya yang invisible wajib menghormati privacy orang2 yang biasa (yang tidak bisa menghilang) dengan kaidah konvensionalnya. Jikalau ia tidak bisa ‘menghormati’ orang lain, maka iapun tidak patut untuk dihormati.
November 4, 2008 at 11:03 am
Halo Sore… Numpang lewat dulu… Saya mengundang Anda untuk mengikuti Review Kontes…. Maaf kalau komentar tidak sesuai dengan postingan…
Salam.
November 4, 2008 at 11:56 am
1. lebih baik yg gendut di tembak.
lebih baik mati 1 dr pada 2 bahkan 3. gendut pula . rata2 gendut banyak makan. akan mengurangi jatah makan orang yg lbh membutuhkan.
2.kalau bisa menghilang. kyknya ga perlu memperhatikan kaidah. kcuali kaidah yg brhubungan sama Tuhan. hhi
jawabn ngasal
November 4, 2008 at 12:14 pm
wahhh klo masalah ilmu saya hancur banget
salam kenal aja yah
November 4, 2008 at 2:35 pm
1. ini persoalan hidup dan mati, mati satu hidup 3, yg gendut disingkirkan saja, egois mungkin… tapi mau gimana lagi…???
2. kagak mudeng nih, Mas…. heheee
November 5, 2008 at 3:21 am
Boy.. Ane dah pernah bahas tu pertanyaan.
Tapi males lagi kali kalo bahas ulang..
Dulu sekelas sering ribooott kalo bahas hal2 begitu..
November 5, 2008 at 2:19 pm
Nunggu jawaban yang bener…..:P
November 6, 2008 at 1:18 am
masih menunggu jawaban dari orang-orang…
sama gak ya sama jawaban ngawurku???
hehehe..
November 6, 2008 at 2:14 pm
Saya ingat film “Saving Private Ryan”, untuk menyelamatkan satu nyawa seringkali mau tidak mau mengorbankan beberapa nyawa lain.
*Untuk kasus di atas, kalau saya jadi si gendut, saya akan minta yang lain untuk menarik ke bawah, dan memberi kesempatan yang lain untuk naik duluan, meskipun itu membutuhkan waktu lama. Kalau saya kebetulan ada di bawah si gendut, saya akan menariknya dan mengulang naik satu per satu mulai dari yang paling kurus. Mungkin juga membutuhkan waktu lama, namun berusaha menyelamatkan lebih banyak nyawa menurut saya lebih baik…
**Sebetulnya, saya bingung dikasih pertanyaan seperti itu, hehehe… Sampean memang pinter mas Parvian…
***Pertanyaan kedua saya tidak menjawab, soalnya khayal banget, kikikikik
November 7, 2008 at 7:40 am
Salam kenal m(_ _)m
November 7, 2008 at 2:30 pm
mas,, alhamdulillah POSS ITS telah ‘bangkit dari kubur’. Official website POSS yang di http://poss.its.ac.id sementara masih belum launching, insya allah minggu depan. Sementara progress POSS aku posting di blogku entung.wordpress.com. Tolong kritik dan sarannya ya mas…
November 7, 2008 at 2:57 pm
waduw,,,waduw,,bingung juga yah..
jd keinget filmnya ‘Vertical Limit”
ya emg ga ada tokoh gendutnya sih..
tp nlematin lbh byk nyawa lbh okeh deh..
*emg jwbn yg bnr ky gmn seh?*
November 7, 2008 at 11:17 pm
Saya membaca buku ini setahun yang lalu …. intinya saya tidak boleh egois
December 22, 2008 at 10:43 am
aaahhh..
nggak ngerti kk..T_T