Halaman ini saya buat untuk meng-update link download agar saya bisa melakukan update tanpa harus merubah tulisan asli saya. Read the rest of this entry »
Halaman ini saya buat untuk meng-update link download agar saya bisa melakukan update tanpa harus merubah tulisan asli saya. Read the rest of this entry »
Tentang IGOS ( Indonesia Go Open Source )
IGOS ( Indonesia Go Open Source ) adalah slogan semangat kebersamaan yang diregulasi oleh Departemen Komunikasi dan Informatika ( Depkominfo ) dan Kementrian Negara Riset dan Teknologi ( KNRT ) yang bertujuan untuk mengkampanyekan penggunaan software legal. Seperti layaknya negara yang sedang berkembang, Indonesia masih jauh penerapan ICT ( information and Communication Technology )-nya dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia. Beberapa isu ICT yang menjadi fokus untuk diperhatikan adalah :
1. Permasalahan kesenjangan digital ( digital divide ).
2. Belum maksimalnya peran dan pemanfaatan ICT ( Information and Communication Technology ).
3. Pembajakan Perangkat Lunak ( sofware ilegal ).
4. Keterbatasan fasilitas dan infrastruktur ICT.
Keempat permasalahan di atas menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh tim IGOS.
IGOS diprakarsai oleh 5 lembaga pemerintah, yaitu :
Departemen Komunikasi dan Informatika ( Depkominfo )
Kementrian Negara Riset dan Teknologi ( KNRT )
Departemen Pendidikan Nasional ( Depdiknas )
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Depkumham )
Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara ( Menpan ) Read the rest of this entry »
Terobosan Baru
Buku Sekolah Elektronik (BSE) merupakan sebuah terobosan baru dari pemerintah, memberikan buku gratis untuk disebarluaskan via internet. Salah satu bentuk pendekatan dari e-Learning menurut saya. Mengapa saya bisa mengatakan demikian? Karena jenis ini dapat dikategorikan sebagai bentuk dari asychronous Learning, yaitu pembelajaran yang tidak dilakukan secara langsung ( dikuatkan dengan fasilitas baca secara online di web resmi BSE di sini ). Dengan adanya buku sekolah elektronik ini, menurut saya, pemerintah telah melakukan pendekatan yang selangkah lebih maju di bidang ICT (Information and Communication Technology).
Membiasakan mencari dan menggunakan buku elektronik menyebabkan siswa-siswi bahkan orang tua berusaha menggunakan salah satu teknologi informasi, yaitu internet. Harapan kedepan, perbaiki infrastruktur yang ada di Indonesia seperti yang saya usulkan di sini , yaitu mengenai pemakaian fiber optic cable dapat segera direalisasikan, guna memberikan kemudahan bagi pelajar di Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru di Internet dengan harga penggunaan yang terjangkau untuk semua kalangan.
Selain itu, dari sisi yang lain adalah berkurangnya konsumsi penggunaan kertas sebagai bahan baku pembuatan buku paket. Secara tidak langsung berarti pemerintah dan masyarakat Indonesia ikut mendukung Kampanye paperless yang dikampanyekan teman-teman pemerhati lingkungan hidup seperti WWF dan Greenpeace ( termasuk saya di dalamnya ).
Harapan orang tua dan solusi yang diberikan oleh pemerintah tampaknya cukup baik. Pemberian harga maksimal untuk Buku Sekolah Elektronik ini apabila dicetak ( besarnya beragam tergantung tebalnya buku ), sangatlah baik dan sangat membantu orang tua. Sekadar informasi, dalam rapat dengan seluruh kepala sekolah yang ada di Surabaya ( Ketika itu saya ikut serta mewakili tim ITS untuk melakukan sosialisasi PSB Online ), Kadiknas Kodya Surabaya diberikan instruksi oleh Menteri Pendidik Nasional untuk memberikan harga maksimal Rp. 100 perlembar untuk Buku Sekolah Elektronik yang akan didistribusikan ke siswa-siswi ini. Solusi pemerintah ini menurut saya memberikan dampak yang luas, tidak hanya mempengaruhi dalam jangka waktu pendek saja tetapi dapat memberikan dan merubah paradigma masyarakat tentang sekolah “mahal”.
Beberapa slogan ini tampaknya cukup relevan untuk menggambarkan dampak yang akan terjadi :
“BSE bikin kantong ortu nggak kempis tiap ajaran baru”
“BSE, ramah lingkungan dan menyelamatkan hutan”
“BSE, praktis, ringan, aman”
Bagaimana menurut Anda? Read the rest of this entry »
Definisi E-Learning
Ada beberapa definisi E-Learning yang saya ambil dari beberapa sumber yaitu :
Menurut Darin E. Hartley [Hartley, 2001] (dikutip dari ilmukomputer.com) :
e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.
Menurut LearnFrame.Com dalam Glossary of e-Learning Terms [Glossary, 2001] (dikutip dari ilmukomputer.com) :
e-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.
Menurut Prof. Arif Djunaidy Pembantu Rektor 1 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya :
e-Learning bisa menggunakan teknologi apapun untuk berinteraksi . Misalnya saja, interaksi dalam pembelajarannya menggunakan chatting, atau bisa juga pembelajaran yang sudah direkam terlebih dahulu yang kemudian mahasiswa bisa mendengarkan melalui website atau jikalau memungkinkan men-download-nya.
Ditinjau dari kosakata pembentuknya maka kalimat e-Learning dapat dipisahkan menjadi :
e = electronic = elektronik
Learning = belajar
Jadi, menurut saya definisi e-Learning adalah suatu sistem belajar-mengajar yang menggunakan sarana elektronik sebagai media pendukungnya. Read the rest of this entry »
Hari Jumat tanggal 11 Juni 2008, hari terakhir pelaksanaan PSB Online 2008. Waktu aku pulang dari kampus (setelah pelaksanaan selesai) sesampainya di rumah, adekku yang masih di SD nunjukin buku detektif anak-anak STOP. Wah… seneng banget aku! Apalagi dia beli 10 buku, sekadar informasi buku ini di dapet di bursa buku bekas di deket rumah, harganya murah banget… Cuma 4000 per buku
10 buku STOP berarti liburanku bisa lebih menyenangkan
. Neh salah satu buku yang saat ini sedang aku baca :
Judul Buku : Manusia Ular
Penulis : Stefan Wolf
Penerbit : PT. Gramedia

Halaman Depan

Halaman Belakang
Neh ringkasan cerita dari back covernya :