Parvian’s Weblog

Only laity which will be non-stoped to learn

More Closer with Tiger… (forward from SAlam-WWF Indonesia)

Posted by parvian on April 28, 2008

Tulisan ini aku dapet dari majalah SAlam (Sahabat Alam) majalah eksklusif untuk member WWF-Indonesia For a Living Planet… bahasannya menyetuh banget… :) seandainya temen2 tau kalo (dulu) kita pernah punya harimau jawa dan harimau bali yang udah punah… mungkin temen2 bakal menyesali kenapa hal ini bisa terjadi (seperti saya)? dan apakah kita sebagai generasi penerus bakalan tetep tutup mata terhadap kerusakan lingkungan di sekitar kita? temen2 sendiri yang bisa menjawab pertanyaan itu… simak aja artikel tentang harimau dibawah ini dan cobalah membayangkan “wajah” dunia 10 tahun lagi kalo kita tetep menutup “mata”… save our forest, save our animals, save our planet!

Terlahir dengan nama latin Panthera Tigris merupakan salah satu satwa terancam punah di dunia.

Di seluruh dunia sebenarnya ada sembilan subspesies harimau dalam genus Panthera. Enam diantaranya diperkirakan masih terdapat di alam liar, sedangkan sisanya resmi dinyatakan punah. Subspesies yang masih hidup di alam antara lain harimau indochina (Panthera tigris corbetti), harimau bengal (Panthera tigris tigris), harimau siberia (Panthera tigris altaica), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), dan harimau malaya (Panthera tigris jacksoni). Sementara yang tinggal nama adalah harimau caspian (Panthera tigris virgata), harimau jawa (Panthera tigris sondaica), harimau bali (Panthera tigris balica), dan diduga harimau tiongkok selatan (Panthera tigris amoyensis). Indonesia khususnya wilayah Sumatera dikenal sebagai pulau dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi di dunia. Sumatera pun dipercaya mempunyai lebih banyak satwa mamalia yang saat ini hidupnya sedang terancam dan hanya dapat ditemui di Sumatera adalah harimau. Pada awalnya persebaran mamalia ini cukup luas yakni mencakup Jawa dan Bali. Namun populasinya semakin berkurang akibat hilang atau rusaknya hutan yang disebabkan oleh kegiatan pembalakan liar, perambahan, fragmentasi habitat, dan konversi hutan menjadi areal perkebunan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kini menjadi salah satu spesies yang harus dilindungi keberadaannya karena satwa ini menjadi subspesies terakhir yang ada di Indonesia. Satwa ini dilindungi dalam undang-undang di Indonesia dan secara internasional ia masuk dalam daftar CITES Appendix I, artinya memperdagangkan harimau adalah ilegal. Populasi harimau sumatera sendiri diperkirakan hanya tinggal sekitar 400 ekor dengan angka kematian 30 ekor per tahun. Sebagian besar hidup di enam kawasan taman nasional di Sumatera. Sedangkan sebagian lagi diperkirakan masih bertahan hidup di kawasan hutan kritis.

Hal lain yang menyebabkan menurunnya populasi harimau selai degradasi hutan adalah adanya perburuan liar. Hewan ini banyak diburu karena memiliki nilai jual yang tinggi dalam perdagangan gelap. Ibarat barang di toko, semakin sulit dicari, semakin mahal harganya. Bagian yang paling mahal dari seekor harimau adalah kulitnya. Di tahun 1985 saja harga kulit harimau di tingkat pengecer mencapai USD 3000 atau setara dengan Rp. 28.500.000. Sungguh angka yang fantastis di tahun itu. Saat ini harganya mungkin sudah meningkat jauh. Sementara anggota tubuh lainnya yang menjadi perburuan besar-besaran adalah tulang harimau. Tulang harimau diperjualbelikan untuk diolah menjadi obat-obatan tradisional Asia. Tidak hanya itu, bagian kuku dan gigi harimau juga diperjualbelikan ke wisatawan asing sebagai perhiasan dengan nilai jual tinggi. Bahkan anggota-anggota tubuh harimau tersebut masuk ke dalam perdagangan gelap harimau tingkat internasional.

Harimau Sumatera itu…

  1. Memiliki nilai magishistoris yang cukup tinggi, di Sumatera khususnya, harimau mendapat julukan Datuk, Nenek, Induok, Rajo Pematang dan berbagai gelar yang menunjukkan rasa hormat masyarakat setempat terhadap keberadaan harimau. (kepercayaan semacam ini menunjukkan bahwa rasa hormat terhadap nilai-nilai penyeimbang kehidupan di alam sudah ada dalam masyarakat sejak lama).
  2. Merupakan spesies utama dalam ekosistem, karena jenis ini menduduki piramida makanan tertinggi sebagai predator terakhir di hutan sumatera.
  3. Merupakan harimau dengan ukuran tubuh terkecil dibanding subspesies harimau lainnya yang masih hidup.
  4. Mereka adalah perenang yang tangguh!
  5. Hewan ini gemar berburu. Wilayah buruannya ditentukan oleh kepadatan satwa mangsa.
  6. Seekor harimau jantan liar dapat hidup sampai usia 12 tahun di alam bebas atau bisa juga 20 tahun di kebun binatang yang terawat baik.
  7. Senang hidup di kawasan hutan tropis, rawa-rawa mangrove, dan rerumputan tinggi.

2 Responses to “More Closer with Tiger… (forward from SAlam-WWF Indonesia)”

  1. alaydoank Says:

    gw kirain tiger wood…
    udah keburu seneng… eh malah tiger hewan toh..

    Hidup Kucing…

  2. parvian Says:

    @Alaydoank: heem… ne hewan yang hampir punah alay… kasian :(

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>