History of Chair
Posted by parvian on March 19, 2008
Ada yang tau kursi? Yah, barang yang sudah jamak dimiliki oleh manusia di peradaban modern ini. Termasuk perabot tertua yang pernah ditemukan di dunia dan perabot utama masyarakat sekarang, ternyata kursi itu baru umum dipakai pada abad ke-17 lo… pada saat itu kursi dipakai sebagai simbol kekuasaan dan martabat.
Orang pada jaman itu kebanyakan hanya duduk di atas peti kayu, pohon yang dipotong, atau duduk di atas kain. Pada kehidupan keluarga yang kaya raya sekalipun kursi hanya disediakan untuk kepala keluarga dan tamu terhormat.
Beberapa catatan sejarah mengenai kursi :
- Masyarakat Mesir kuno (3110 – 1070 SM) berpendapat bahwa kursi terbaik dan terindah hanya menghiasi istana raja atau keluarga kaya. Model ujung kaki kursi itu umumnya dibuat mirip kaki binatang, lengkap dengan cakar atau kukunya. Bahan yang digunakan untuk pembuatan umumnya bahan-bahan yang mahal, berupa kayu hitam, gading, atau kayu berlapis emas, diukir atau dicat cerah, lalu dibalut kain mahal atau kulit binatang.
- Masyarakat Yunani kuno (1100 SM – 400) berpendapat bahwa kursi menentukan tingkat status sosial pemiliknya. Bangsa Yunani sempat menorehkan prestasi dengan menemukan model kursi cantik, klysmos. Kursi tanpa tangan ini memiliki bentuk yang khas, 2 kaki depannya melengkung seperti huruf C menganga ke depan, sebaliknya 2 kaki belakangnya seperti huruf C menghadap belakang. Sandaran kursinya dibuat melengkung. Akibatnya, dari samping kursi itu terlihat memiliki siluet huruf S. Kursi yang dudukannya terbuat dari jalinan tali ini nge-trend kembali pada awal abad ke-19 dan 20.
- Masyarakat Romawi kuno (700 SM – 400) banyak meniru model perabot Yunani. Namun, mereka memiliki ciri tersendiri dengan lebih banyak menggunakan perunggu dan perak. Klysmos ala Romawi lebih berat dan besar serta diberi jok empuk. Prestasi Romawi adalah kemampuan mengembangkan kursi kecil menjadi curule. Bangku yang sering diduduki hakim ini memiliki 2 pasang kaki. Tiap pasangnya gabungan dua kaki belakang atau depa. Kaki-kaki melengkung itu saling bersilang membentuk huruf X. Curule biasanya dibuat dari materi gabungan kayu dengan gading atau logam yang dicor. Mode curule bertahan sampai abad pertengahan (400 – 1300). Model lain adalah kursi dengan sandaran, panel samping yang tinggi, atau kanopi dari kain damask atau beludru. Panel dan kanopi itu sebagai penangkal tiupan angin dingin.
- Di belahan dunia Timur, tercatat masyarakat Jepang, India, dan Cina – khususnya pada dinasti Han (202 SM – 220) sudah menghasilkan perabot oriental yang bernilai seni tinggi. Pengrajin Cina terampil menyambung antar bagian tanpa paku atau pasak, dan jarang sekali menggunakan lem. Caranya, ujung-ujung di bagian sambungan dipahat dengan amat terampil, sehingga bisa masuk pas satu sama lain.
Sementara itu dalam perkembangannya…
Kemunduran kreatifitas bangsa Eropa terjadi pada abad Pertengahan, keterampilan orang Eropa dalam membuat perabot merosot tajam. Solusi yang diambil oleh para perajin Eropa guna menutupi buatannya yang kasar adalah melakukan pengecatan atau melapisi dengan emas (sepuh). Kain pelapis dan jok busa untuk kursi mulai dikenal di abad ke-16, tapi baru akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18 penggunaannya umum dimana-mana. Pada masa yang bersamaan, lahirlah kursi santai dengan bagian dudukan, sandaran punggung dan tangan yang diganjal dan dilapisi kain (kadang ditambah tirai anti-angin). Kain pelapis biasanya terbuat dari bahan wol, kain bersulam, atau bahan permadani sutera dan dari kain beludru yang sangat mahal namun mudah rusak, (kain beludru) hanya digunakan dirumah orang kaya.
Pada abad ke-19, kursi mencerminkan pesatnya perkembangan teknologi. Tahun 1828 di London, Samuel Pratt mematenkan kursi buatannya yang pertama kali menggunakan teknologi pegas dari kawat besi atau baja. Ketika diterapkan pada kursi santai, hasilnya adalah kursi yang dudukannya lebih amblas saking empuknya. Perancangan Inggris William Moris merancang kursi Morris dengan sandaran yang dapat direbahkan, awal dari teknologi kursi reclining. Pada abad ke-20, plastik dikenal sebagai materi baru untuk kursi. Karena kebutuhan menjadikan kursi sebagai produk masal, dan pertimbangan fungsional, kursi abad ini umumnya bermodel sederhana.























March 21, 2008 at 1:17 pm
wah! gw bersykur ada yang namanya kursi. klo kgk balakan seumur idup gw, bakal duduk di meja!
ahahahaha!
March 24, 2008 at 3:05 am
@Dina Sexy: sekarang aja kayaknya beda tipis tuh antara kursi ma meja…
malahan ada sofa yang juga bisa dijadikan tempat tidur sekalian tempat maem…
efisiensi juga berlaku disini… 
May 2, 2008 at 5:15 pm
oh ya???
percaya deh
May 2, 2008 at 5:21 pm
@Sanny: Percaya deh…